Rabu, 02 Maret 2011

T I M E

Ada ungkapan TIME IS MONEY atau WAKTU ADALAH UANG. Ungkapan ini menjelaskan betapa waktu sangat berharga. Coba kita renungkan sejenak akronim dari kata TIME agar kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas betapa pentingnya waktu bagi kita.

T = Treasure atau harta berharga.

Dalam kitab Mazmur, ada kalimat yang berbunyi kurang lebih seperti ini : Ajar aku Tuhan menghitung hari-hari. Ini adalah satu permintaan agar bisa memandang waktu sebagai aset yang berharga dan tidak hilang begitu saja. Untuk mengetahui nilai dari satu tahun, tanyakan saja pada murid yang tidak naik kelas. Untuk mengetahui nilai satu bulan, tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan secara prematur. Nilai satu jam dapat ditanyakan kepada seorang pengusaha yang ketinggalan pesawat. Padahal ia ada janji bisnis yang penting. Nilai satu menit bisa ditanyakan kepada seorang yang mengalami serangan jantung dan ada orang yang baik hati cepat-cepat menolongnya. Waktu memang harta karun yang tak ternilai.

I = Investment atau investasi.

Waktu tidak sama dengan uang. Kita bisa menghasilkan dan menabung uang, tetapi kita tidak bisa memproduksi waktu dan tidak bisa menabungnya. Yang dapat kita lakukan hanyalah menginvestasi waktu itu sebaik mungkin. Jika tidak, kita akan kehilangan waktu. Karena itu gunakan waktumu sebaik-baiknya. Isilah waktu dengan hal-hal baik dan berkenan kepada Tuhan.

M = Manage atau mengatur.

Gunakan waktumu untuk hal-hal yang lebih mendesak terlebih dahulu,baru kemudian untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Mengatur waktu termasuk menentukan dengan bijak berapa porsi waktu yang kita pakai untuk berdoa, untuk keluarga, untuk bekerja, untuk beristirahat dan untuk melakukan hobi.

E = Enjoy atau menikmati.

Waktu adalah anugerah Tuhan yang indah. Nikmati waktu-waktu yang Tuhan berikan dengan sukacita dan ucapan syukur. Jangan bebani hari-harimu dengan kekuatiran, ketakutan,kemarahan atau berbagai bentuk emosi negatif yang akan merusak kebahagiaanmu. Jalani segala sesuatunya dengan tabah dan bersukacitalah.

NOTE : SETIAP HARI YANG TUHAN BERIKAN ADALAH 'UANG TUNAI', MAKA 'BELANJAKANLAH' DENGAN BIJAK

Kamis, 17 Februari 2011

JANGAN MENGHAKIMI

Seorang wanita bernama Bulan hamil di luar nikah ketika usianya baru 15 tahun. Pacarnya yang menolak bertanggung jawab sehingga ia harus menanggung aib itu sendirian. Ia berjuang dengan perasaan bercampur aduk. Menyesal, malu, kecewa dan merasa ditinggalkan.

Orang tuanya berusaha membangun kepercayaan dirinya untuk bangkit dari keterpurukan masa lalu, memperbaiki hidupnya dan terutama memelihara janin dalam rahimnya. Dengan berjalannya waktu, Bulan pun mampu melalui hari-harinya dengan harapan yang baru. Walau usianya masih muda, tetapi ia berusaha membesarkan anaknya dengan kasih sayang dan juga mulai mendekatkan diri kepada Tuhan. Tapi, tidak sedikit orang yang selalu memandangnya secara negatif. Mereka hanya terpaku pada kegagalannya di masa lalu. Mereka menilainya tak lebih dari seorang wanita yang hamil di luar nikah.

Ada banyak wanita yang seperti Bulan. Lalu, bagaimana cara kita memandang orang-orang seperti Bulan atau…terhadap mereka yang melahirkan karena diperkosa? Mengapa kita tak bisa memandang mereka sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan? Pernahkah kita berpikir bahwa perjuangan mereka membesarkan anaknya sebagai single parent adalah sesuatu yang patut dihargai?

Kadang, kita memang lebih pandai menilai orang lain kemudian menghakimi mereka. Daripada menilai diri sendiri dan mengubah kelemahan kita. Kita cenderung menganggap diri sempurna dan orang lain yang salah.

Seorang rabi bernama Hillel mengatakan : “Jangan menilai atau menghakimi orang lain sebelum engkau sendiri mengalami keadaan atau situasi orang tersebut.”

Kita memang tidak bisa memahami sepenuhnya situasi yang sedang dihadapi seseorang. Masa lalunya, orang tuanya, keadaan ekonominya atau masalah hidup yang sedang ia hadapi. Karena itulah jangan mudah menghakimi. Hanya Tuhan yang layak menilai dan menghakimi seseorang.

NOTE : KAMU BOLEH MENGHAKIMI SESAMAMU, JIKA KAMU TIDAK PERNAH BERBUAT SALAH.

BELAJAR DARI MANA SAJA

Bila kita benar-benar memerhatikan sekeliling kita, maka kita akan menyadari betapa proses belajar itu bisa diperoleh dari mana saja, apa saja, siapa saja. Tidak percaya? Coba cek kalimat bijak dibawah ini.

Dari air kita belajar ketenangan..... (Benar juga, saya baru saja perhatikan air yang tertampung di bak mandi. Hm...begitu tenang....Lalu, saya perhatikan air yang mengalir di kali Ciliwung..biarpun kotor....tapi mengalir dengan kalem. Bisakah saya bersikap tenang meskipun prahara kehidupan menghadang? Tidak mencak-mencak dan dilanda panikisme level TOP TEN.)

Dari batu kita belajar ketegaran.....(Sekali-kali coba ambil sepotong batu dan perhatikan teksturnya...betapa kuat dan keras. Sungguh melambangkan ketegaran...meskipun kadang ia dilempar seenaknya, ditendang, bahkan ditetesi air bertahun-tahun lamanya....tapi ia tetap tampak tegar. Mampukah saya setegar batu saat sedang dikepung sejuta masalah? Tidak cengeng, putus asa dan termehek-mehek sepanjang waktu.)

Dari tanah kita belajar kehidupan..... (Tanah,apalagi tanah yang subur tentu saja memberikan kehidupan kepada kita. Karena tanah subur, maka apapun yang ditanam di atas tanah itu akan berkembang dan berbuah. Buah yang lebat bisa dimanfaatkan oleh manusia. Bunga yang indah bisa mempercantik sebuah taman, halaman dan memberikan pemandangan indah. Bisakah saya memberikan 'kehidupan' kepada orang-orang di sekitar saya? Tak usah muluk-muluk, cukup orang-orang terdekat dulu. Kehidupan di sini bisa berarti keceriaan, kegembiraan, semangat dan sikap positif lainnya.)

Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri..... (Sebelum menjadi seekor kupu-kupu cantik, tentu ia harus berjuang membebaskan dirinya dari kepompong. Meski harus bersusah payah, tetapi ternyata perjuangannya itu membuahkan hasil yang luar biasa. Ia menjelma menjadi mahluk hidup yang elok. Hmm..saya pun seharusnya bisa seperti kupu-kupu saat sedang berjuang mengatasi badai kehidupan karena setelah badai berlalu pasti akan ada pelangi yang melengkung cantik di langit kehidupan saya.)

Dari padi kita belajar rendah hati.....(Semakin berisi, padi akan semakin merunduk. Semestinya semakin berilmu dan pintar, kita akan semakin rendah hati. Bisakah saya menerapkan ilmu padi yang satu ini ketika saya berada di puncak keberhasilan suatu hari nanti?)

Dari TUHAN kita belajar tentang kasih yang sempurna......(Ini yang tersulit. Tuhan mengasihi semua orang, tak peduli orang itu baik atau jahatnya minta ampun. Memang terkadang sepertinya terlihat tak adil. Orang jahat kok dikasihi? Sudah bejat begitu kok tetap diijinkan bernafas? Well, keadilan di mata Tuhan dan mata manusia memang berbeda. Tapi, setidaknya..saat saya sedang sangat membenci seseorang, saya diingatkan tentang kasih sempurna yang dimiliki Tuhan.)

Karena tidak ada orang yang sempurna...(Termasuk saya, maka tidak heran jika saya belum bisa mengasihi dengan sempurna....)

Rabu, 12 Januari 2011

BANDARA "KITA BERJUMPA, KITA BERPISAH"

Bandara, atau Flughaven dalam bahasa Jerman, Luchthaven dalam bahasa Belanda, dan Aeropuerto dalam bahasa Spanyol. Sekilas tak ada yang istimewa dalam pandangan kita, bandara tempat parkir pesawat ataupun tempat awal untuk melancong. Namun bandara menjadi menarik jika kita melihat secara mendalam elemen terbesar di dalamnya, yaitu manusia. Apa yang menarik dari manusia-manusia atau orang ini?

Bandara adalah gerbang menuju perpisahan, bandara juga menjadi gerbang penuh kebahagiaan, setuju gak? Kita akan bahagia menuju bandara jika di tiket pesawat kita tertulis "Tujuan: Singapura", "Tujuan: Bali", atau "Tujuan: Banjarmasin" dan tentu tujuannya adalah berlibur. Bandara juga menjadi pintu pertemuan dua insan yang sudah lama berpisah. Seorang anak akan menyambut gembira ayah-ibunya yang baru pulang haji, atau seorang istri akan gembira menyambut suaminya yang baru saja pulang dari tugas berbulan-bulan di pelosok.

Namun hari ini bandara menunjukkan pintu gerbang perpisahan bagiku. Setelah bertahun-tahun tinggal di kota yang sama, akhirnya bandara menjadi gerbang perpisahan antara aku dan dia, bukan perpisahan dunia-akhirat tapi perpisahan antar pulau antar negara antar benua.

Ya, bandara juga menjadi pintu perpisahan. Tak jarang kita lihat orang berpelukan sebelum berangkat menuju ruang tunggu pesawat. Ada orang tua yang melepas anaknya pergi menuntut ilmu di kota lain, ada kakek-nenek yang haru melepas cucunya pulang ke kota asal si cucu, ada istri yang sesunggukan melepas suami tercinta bertugas ke luar kota, dan berbagai jenis perpisahan lainnya.

Ternyata bandara tidak hanya tempat pesawat parkir, bandara juga menjadi pintu perpisahan atau pintu pertemuan antarmanusia. Ada tawa, ada salam, ada derai air mata, ada haru, ada peluk, ada cium, ada bahagia, dan ada juga sedih...Sampai jumpa lagi..^____^

Selasa, 11 Januari 2011

FB TUTUP?? NGEBLOG AJEE.....

Sejak kemarin, kemanapun saya blogwalking selalu menemukan berita tentang FB yang - katanya - mau ditutup. Tadi pagi, seorang teman juga mengirimkan pesan via BB tentang hal ini. Wah...apa bener FB ditutup? Apa si Mark Zuckerberg nggak akan rugi besar? Mana mau dia kehilangan penghasilan segede gajah super gendut? Hm....jangan-jangan berita itu cuma buat cari sensasi saja.

Tapi, kalau toh berita itu benar..saya pasti merasa 'sedih'. Bukan karena nggak bisa update status tapi tentunya teman teman yang sudah kayak saudara. Wong saban hari bersapa ria... Makanya saya 'sedih' hi hi hi.....(Lebayossss.....:)


Yah, lihat sisi baiknya saja. Setidaknya, dengan tidak ada FB, semua jadi 'insaf'. Tidak lagi membuang buang waktu untuk update status, berlebay lebayos ria, Nggak bisa lagi main game di facebook. Lagian, kan masih ada blog. Kalo blog yang ditutup blogspot, baru deh....saya bakal nangis sambil nanam cabe...Lho? Maksudnye, daripada nggak bisa ngeblog lagi ya, nanam cabe aja..Lumayan buat nambah penghasilan. Ha ha ha...

So, FB tutup...ngeblog ajeeee!!! Gitu aja kok nangis sih?