Hampir setiap siang selama hari kerja, Dewi selalu mengirimkan SMS kepada suaminya, Andre. SMS itu berupa pertanyaan seperti : “Besok mau bawa makanan apa? Mau aku masakin apa? Atau..mau kubelikan makanan di warteg seberang rumah?”
Andre pun berusaha selalu menjawab SMS isterinya, tetapi..kadang-kadang Andre merasa bosan dengan pertanyaan itu dan hanya menjawab singkat :
“Apa saja deh. Terserah kamu, Wi.”
Jawaban itu membuat Dewi bingung. Namun sebagai isteri yang baik, dia berusaha untuk mengerti dan tidak lagi bertanya kepada suaminya. Sebaliknya, dia membelikan lauk pauk kesukaan Andre.
Ternyata, beberapa kali lauk pauk yang Dewi belikan tidak cocok dengan selera Andre. Walaupun itu lauk pauk favorit Andre, tapi ada kalanya Andre sedang tidak ingin makan nasi dengan lauk pauk itu. Namun, Andre tidak ingin menyinggung perasaan isterinya, maka ia terpaksa memakan lauk pauk yang sudah dibeli Dewi.
Suatu hari, Andre berkata terus terang mengenai lauk pauk yang dibelikan isterinya.
“Masa sih, saya harus makan sayur lodeh yang rasanya hambar begini. Perkedel yang kamu beli ini juga aneh rasanya.”
Mendengar keluhan suaminya, Dewi pun menjawab :
“Kan kemarin kamu yang bilang terserah mau dibelikan makanan apa. Aku jadi bingung. Maka kubelikan saja makanan ini di warung seberang. Aku tidak tahu kalau masakan mereka hari ini tidak enak rasanya.”
Andre ingin marah kepada isterinya tetapi mendadak ia sadar dan dalam hati ia berkata :
“Bukankah aku yang bilang terserah mau dibelikan apa saja. Berarti kalau Dewi sudah memutuskan untuk beliin sayur ini, dia tidak salah. Dia sendiri bingung mau beli apa. “
Dari cerita di atas kita bisa mengambil hikmahnya. Jika kita tidak berani mengambil keputusan maka orang lain yang akan ambil keputusan untuk kita. Hidup adalah masalah pengambilan keputusan. Setiap hari kita dihadapkan pada hal-hal yang menuntut kita untuk mengambil keputusan. Mulai dari hal-hal sederhana sampai dengan hal-hal rumit, seperti mau menerima seseorang sebagai pasangan hidup kita.
Yang jadi masalah, ada hal-hal yang membuat kita terdiam dan tak berani ambil keputusan. Kita takut salah mengambil keputusan, kita takut keputusan yang kita ambil menyakiti hati orang lain atau membuat suram kehidupan kita di hari depan. Karena takut, maka semuanya menjadi terombang ambing. Kita berpikir dengan tidak mengambil keputusan maka kita akan terhindar dari resiko yang mungkin terjadi.
It’s a big mistake! Jika kita tidak berani mengambil keputusan maka orang lainlah yang akan mengambil keputusan untuk kita yang belum tentu cocok dengan keinginan kita. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mau mengambil keputusan. Hanya saja setiap keputusan yang kita ambil, apalagi keputusan yang penting, sebaiknya bawa di dalam doa kepada Tuhan. Mohon hikmatNya sehingga setiap keputusan yang diambil akan membawa manfaat yang baik.
NOTE :
MENGAMBIL KEPUTUSAN ATAU TIDAK SAMA-SAMA BERESIKO, MAKA ADALAH BIJAK KALAU KITA BERANI MENGAMBILNYA.
Mantap Niel,...
BalasHapusSemoga akan dapat mengambil keputusan terbaik untuk menjalani hidup kita,,,,
Amien....