Jumat, 06 Agustus 2010

Mencari Jati Diri

Dari masa ke masa beberapa hal tidak berubah. Salah satunya adalah upaya mencari jati diri. Hampir semua orang pasti pernah bertanya : ‘SIAPAKAH AKU?’

Bagi sebagian orang, upaya mencari jati diri ini dilakukan dengan cara yang salah. Mereka bukan mencari tujuan penciptaan yang akan dijadikan dasar kehidupan, tetapi mencari satu identitas yang dipengaruhi oleh ambisi untuk diakui dan dihargai.

Di dunia yang penuh perdagangan dan media yang kompetitif ini, isu jati diri diangkat untuk mempromosikan sebuah produk yang bisa ‘memberi’ rasa berharga bagi si pemakai.

Menurut sebuah sumber, di internet setidaknya ada 153.000 website yang menjual produk yang menjanjikan harga diri yang dicari orang banyak, khususnya kawula muda. Coba perhatikan, ada website-website yang menjual pakaian dari model klasik sampai yang funky, berbagai model rabut, beragam jenis musik, program diet, program mencari uang dengan cepat, mobil teranyar, bahkan ada yang menawarkan tato dan tindik di bagian anggota tubuh yang diinginkan.

‘CANTIK ITU PUTIH.’ Demikian bunyi slogan sebuah kosmetik yang menawarkan kulit yang lebih putih. Seolah dengan berkulit putih, kita akan lebih berharga. Hmm….opini yang salah besar.

'KEREN ITU BERPERUT SIX PACKS, BEROTOT ALA GATOT KACA.' Lagi-lagi, persepsi yang salah. Lalu, bagaimana dengan orang yang memang gemuk dari sononya meskipun sudah diet mati-matian? Bagaimana dengan orang yang super ceking sejak lahir meskipun sudah memasukkan berbagai makanan bergizi plus aneka vitamin ke dalam tubuhnya ?

Oke, mari berhenti sejenak dan merenungkan pertanyaan ini.

APAKAH YANG TAMPAK LUAR MEMANG MENCERMINKAN DIRI KITA YANG SESUNGGUHNYA? ATAU,YANG DI DALAM BERUPA PRINSIP HIDUP YANG BENAR, YANG AKAN MENUNJUKKAN SIAPA KITA SESUNGGUHNYA?

IMAGE APA YANG KITA INGINKAN UNTUK DIINGAT ORANG LAIN SAAT MENGENANG KITA? TAMPILAN FISIK ATAU PENGARUH POSITIF YANG KITA TEBARKAN PADA MEREKA?

Kian banyak pengaruh dunia yang kita terima dan yakini, kian jauh kita dari prinsip-prinsip yang diajarkan Firman Tuhan. Ketika kita tampil beda secara fisik, jati diri kita tidak secara otomatis menjadi berharga di mata orang lain. Jati diri yang bermutu justru nyata saat hidup kita bisa menginspirasi, memotivasi dan mensupport orang lain untuk menjadi lebih baik.

Tolaklah pola pikir yang mengatakan bahwa kita berharga karena kita cantik, putih, langsing, tegap, gagah, modis, trendy, tidak gaptek, berstatus sosial tinggi, atau mempunyai barang-barang bermerek. Kita berharga, apapun status sosial dan kondisi tubuh kita.

NOTE :
HARGA DIRI KITA TIDAK DITENTUKAN OLEH JABATAN, PENAMPILAN FISIK ATAU PUN KEKAYAAN DUNIAWI.

1 komentar: