Jumat, 13 Agustus 2010

RINDU

Rindu sudah di ujung tanduk
bunyinya bagai beduk
mungkin sebentar lagi meleduk

Rindu terbayar
saat ponselku bergetar
pesan singkatmu membuat hati berdenyar

Rindu harus mengalah
meski tanya masih sepanjang galah
jam di dinding bergerak gundah

Rindu mendesah kecewa
saat kau mengaku, matamu tak lagi siaga
dan pesanku tak terbalas seketika

Rindu tersenyum geli
sungguh tak sampai hati
menahanmu terkantuk setengah mati

Rindu menutup percakapan
Tidurlah, pujaan...
segenggam doa kubisikkan

1 komentar:

  1. begitu indah kata-kata Bapak yang satu ini,
    pada siapa rindu itu akan terucap???
    semoga akan menjadi hal yang terindah dari bagian hidup yang Bapak Daniel jalani...
    SEMANGATZZZZ....

    BalasHapus