Pada saat seseorang memutuskan untuk menikah, pasti dia mengharapkan sebuah rumah tangga yang bahagia. Apa sih bahagia itu? Bahagia bisa berarti keadaan, perasaan senang dan tenteram, bebas dari hal-hal yang menyusahkan. Suami/isteri yang pengertian, anak-anak yang sehat, keadaan ekonomi yang baik, dll.
Tetapi kebahagiaan tak datang dengan sendirinya. Kebahagiaan harus diusahakan. Berikut ada 6 pilar kebahagiaan yang perlu dikembangkan sebagai suami isteri di dalam rumah tangga. Yuk, kita intip!
SALING MENERIMA
Ini adalah kunci utama untuk mengatasi perbedaan. Pasangan hidup kita memiliki karakter, kebiasaan, pemahaman dan mungkin saja budaya yang berbeda (jika ia berasal dari suku/bangsa lain). Untuk itu jangan sekali-kali berusaha mengubah pasangan kita, tetapi mulailah mengubah sikap kita jika memang perlu untuk berubah demi kebaikan bersama. Saat pasangan melihat perubahan kita, ada kemungkinan ia juga akan mulai berubah dengan kesadaran sendiri.
SALING MENGHARGAI
Dengan menghargai pasangan kita maka kita menghormati dia. Pasangan adalah partner karena itu jangan pernah memperlakukan dia sebagai orang yang lebih rendah. Hargai pendapat dan ide-idenya meskipun pendapatnya tidak sebaik yang kita harapkan.
Bukankah kita pun senang kalau pendapat/ide kita dihargai oleh pasangan kita?
SALING MENGUTAMAKAN
Utamakan pasanganmu dan anggap dia lebih penting daripada diri kita sendiri. Mengutamakan diri sendiri hanya akan memicu pertengkaran, kesalahpahaman dan menghilangkan damai sejahtera. Utamakan perasaannya, hobinya, keinginannya, dll. Jika suami isteri saling mengutamakan maka akan ada pelayanan timbal balik di antara keduanya.
SALING MEMUJI
Memberikan pujian adalah wajar tapi jangan memberikan pujian yang lebay dan mengada-ada. Pujian yang wajar bisa memberikan motivasi yang baik bagi pasangan. Jangan hanya mengkritik saja. Sesekali ganti kritikan dengan pujian yang membuat pasangan kita bersukacita.
SALING MENGAMPUNI
Dalam hidup berumah tangga pasti ada kesalahpahaman atau pelanggaran oleh pasangan. Alangkah baiknya jika kita mau mengampuni kesalahan pasangan kita. Seperti Tuhan yang selalu mengampuni dosa umatNya, maka kita pun seharusnya bisa memaafkan dan mengampuni tindakan/sikap pasangan kita yang menyakiti hati kita.
SALING MEMBANGUN
Bantu pasanganmu berubah menjadi lebih baik. Jangan biarkan ia terus terpuruk dalam kesalahannya. Tegur dengan kasih dan doakan dia agar kalian berdua semakin baik dan maju di dalam Tuhan.
NOTE : KEBAHAGIAAN BUKAN MIE INSTAN. HARUS ADA USAHA DAN PENGORBANAN UNTUK MEMBANGUN SEBUAH ISTANA KEBAHAGIAAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar