Dia tata tiap huruf yang berserakan. Menguntaikan rasa dalam rangkaian indah kata. Menyampaikan gelisah pada serangkum makna. Dia bertanya dengan sederetan kata mutiara yang memenggal tanda tanya. Aku terpana, terjengah dengan kedalaman hati dan kejernihan jiwanya.
Dia tidak tertampak. Dia sembunyi diantara awan yang berarak. Dia berada dalam maya yang benar-benar tidak bisa kulacak. Seribu tanya terlontar menghentak.
Meski begitu aku tetap merangkulnya dengan ketulusan jiwa. Sang pemuja rahasia begitu aku memanggilnya. Tetaplah kau bius aku dengan tiap kalimatmu. Teruslah tampar aku dengan bait bait nasehatmu..!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar