Bandara, atau Flughaven dalam bahasa Jerman, Luchthaven dalam bahasa Belanda, dan Aeropuerto dalam bahasa Spanyol. Sekilas tak ada yang istimewa dalam pandangan kita, bandara tempat parkir pesawat ataupun tempat awal untuk melancong. Namun bandara menjadi menarik jika kita melihat secara mendalam elemen terbesar di dalamnya, yaitu manusia. Apa yang menarik dari manusia-manusia atau orang ini?
Bandara adalah gerbang menuju perpisahan, bandara juga menjadi gerbang penuh kebahagiaan, setuju gak? Kita akan bahagia menuju bandara jika di tiket pesawat kita tertulis "Tujuan: Singapura", "Tujuan: Bali", atau "Tujuan: Banjarmasin" dan tentu tujuannya adalah berlibur. Bandara juga menjadi pintu pertemuan dua insan yang sudah lama berpisah. Seorang anak akan menyambut gembira ayah-ibunya yang baru pulang haji, atau seorang istri akan gembira menyambut suaminya yang baru saja pulang dari tugas berbulan-bulan di pelosok.
Namun hari ini bandara menunjukkan pintu gerbang perpisahan bagiku. Setelah bertahun-tahun tinggal di kota yang sama, akhirnya bandara menjadi gerbang perpisahan antara aku dan dia, bukan perpisahan dunia-akhirat tapi perpisahan antar pulau antar negara antar benua.
Ya, bandara juga menjadi pintu perpisahan. Tak jarang kita lihat orang berpelukan sebelum berangkat menuju ruang tunggu pesawat. Ada orang tua yang melepas anaknya pergi menuntut ilmu di kota lain, ada kakek-nenek yang haru melepas cucunya pulang ke kota asal si cucu, ada istri yang sesunggukan melepas suami tercinta bertugas ke luar kota, dan berbagai jenis perpisahan lainnya.
Ternyata bandara tidak hanya tempat pesawat parkir, bandara juga menjadi pintu perpisahan atau pintu pertemuan antarmanusia. Ada tawa, ada salam, ada derai air mata, ada haru, ada peluk, ada cium, ada bahagia, dan ada juga sedih...Sampai jumpa lagi..^____^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar