Ada banyak masalah dalam hidup ini yang belum selesai. Entah itu masalah keuangan, keluarga, pekerjaan, dan lain sebagainya. Seringkali, masalah-masalah itu membuat kita letih dan malas untuk berharap.
Well, itu adalah hal yang sangat manusiawi. Setegar dan sekuat apapun karakter seorang manusia, pasti ada saatnya ia merasa lelah dan tak berdaya. Merasa bosan dan tak mau lagi berharap.
Saya pun sering mengalami masa-masa seperti itu. Masa 4L. Letih, Lesu, Lemah, Lunglai. Rasanya, harapan sudah menguap entah kemana. Tetapi, setiap kali saya merasakan 4L menyerang jiwa saya, maka saya akan mengingat 8 alasan untuk terus berharap dan tidak pernah menyerah meskipun sepertinya jalan untuk masalah saya menemui jalan buntu. Apa saja sih 8 alasan itu? Mari kita simak bersama-sama!
1. Tuhan mengontrol hidup saya.
Saya percaya bahwa segala sesuatu terjadi atas seizin Dia. Kalau toh saya harus menjalani masa sulit, Tuhan pasti akan memampukan saya melaluinya. Dan, dalam beberapa perkara, hal itu memang terbukti. Kesulitan demi kesulitan hidup yang saya lakoni pada akhirnya bisa saya lalui. Semua itu pasti karena campur tangan Tuhan. Ada saja pertolongan yang saya terima. Dan, saya yakin Tuhan selalu mengirimkan para malaikatNya untuk membantu saya.
2. Tuhan mempunyai maksud tertentu.
Setiap masalah yang saya hadapi pasti ada 'udang' di balik bakwan alias Tuhan punya maksud dan tujuan tertentu. Seringkali saya minta pada Tuhan agar Ia menyatakan rencanaNya bagi saya, sehingga saya akan merasa lebih tenang. Dengan mengerti maksud Tuhan, saya akan mampu bersukacita dalam setiap keadaan. Bukankah FirmanNya mengatakan : RancanganNya bagi kita adalah rancangan damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan.
3. Tuhan mengasihi saya.
Tuhan mengasihi setiap manusia. Bahkan orang yang paling tidak dicintai di dunia ini pun sangat dicintai Tuhan. Nggak percaya? Coba kamu perhatikan para perampok, para teroris dan para penjahat lainnya dari kelas teri sampai kelas ikan paus. Kenapa banyak di antara mereka yang tetap bernafas hingga hari ini? Mengapa banyak yang tetap hidup kaya raya meskipun kekayaannya tidak halal? Mengapa Tuhan biarkan mereka tetap hidup nyaman? Mengapa Tuhan tidak memites, membunuh, mencincang mereka? Seolah-olah mata Tuhan tertutup dan telingaNya tidak mendengarkan teriakan dan jeritan para korban kejahatan mereka. Jawabnya hanya satu : TUHAN MENGASIHI MEREKA JUGA. Nggak adil?
Ya, memang tidak adil tetapi keadilan Tuhan tak pernah bisa diterima oleh nalar manusia. Keadilan Tuhan seringkali membuat kita kecewa, bukan? Namun, itulah sifat Tuhan. Dia adalah Maha Pengampun dan Maha Adil. Dia biarkan para penjahat itu tetap hidup dan bersenang-senang, karena Dia adalah Allah yang penuh kasih sehingga Dia berikan kesempatan bertobat bagi mereka. Kalau toh mereka tetap bandel dan tak mau berbalik dari jalan hidup yang keliru, akan ada waktu penghakiman yang telah Tuhan tetapkan bagi mereka.
Menyadari bahwa para penjahat saja dikasihi Tuhan, apalagi saya. So, saya percaya bahwa meskipun Tuhan izinkan masalah menimpa saya, tetapi..cintaNya tak pernah berlalu. Saya tetap disayangi. Dan itu sungguh menguatkan hati saya.
4. Benang Kehidupan yang belum selesai.
Saat saya sedang menghadapi masalah, maka saat itulah Tuhan sedang merajut benang kehidupan saya. Ia belum selesai. Saya hanya harus bersabar. Akan tiba saatnya ketika benang kehidupan selesai dirajut dan membentuk sehelai gaun yang indah.
5. Tuhan mendengar doa saya.
Seorang ibu yang paling kejam sekalipun tak akan memberikan batu kepada anaknya yang meminta roti. Seorang ayah yang paling jahat juga tak akan memberikan kalajengking kepada anaknya yang meminta ikan. Jika manusia yang penuh dosa saja peduli terhadap anak-anaknya, apalagi Tuhan di Surga. Ia selalu mendengar doa saya dan menjawab permintaan saya walaupun jawabannya mungkin : TIDAK atau TUNGGU, BELUM WAKTUNYA.
6. Tuhan tak pernah meninggalkan saya sendirian.
Setiap kali melihat pelangi melengkung cantik dan merasakan sinar matahari menerpa kulit, maka saya kembali diingatkan bahwa Tuhan tak pernah meninggalkan saya sendirian. Meskipun tampaknya saya sendirian dan tak memiliki seorang pun yang bisa membantu saya, tetapi saya tahu ada tangan tak kasat mata yang sedang terulur untuk meringankan beban saya. Tangan kasihNya selalu menyertai saya. Saya hanya perlu percaya saja.
7. Melihat mereka yang berhasil mengatasi situasi sulit seperti yang saya alami.
Ada masalah-masalah tertentu yang saya hadapi ternyata pernah dialami orang lain. Itu berarti saya harus menemui mereka dan bertanya kepada mereka untuk mendapatkan nasihat, saran dan kekuatan untuk bertahan dan berharap. Menyimpan masalah saya seorang diri seringkali menimbulkan keputusasaan dan kekalahan. Bukankah dua atau tiga orang akan lebih kuat daripada hanya satu orang? Curhat kepada kekasih, sahabat dan teman-teman adalah salah satu cara agar kita tetap berharap. Setidaknya, dari orang-orang terdekat itu kita akan memperoleh saran dan nasihat dalam menyelesaikan masalah kita.
8. Kehidupan kekal di Surga.
Kehidupan di dunia ini hanya sementara. Walaupun di dunia saya menderita, kemuliaan yang Tuhan sediakan di Surga tak dapat dibandingkan dengan apapun di dunia ini. Jadi, mengapa saya harus menyerah akan masalah yang saya hadapi? Toh semuanya akan berakhir saat saya meninggalkan dunia ini.
Note : JANGAN BIARKAN BEBAN HIDUP MENGALAHKAN DIRIMU. IBLIS SENANTIASA BERUSAHA MERUNTUHKAN IMAN KAMU KETIKA KAMU LEMAH. TETAP BERHARAP AGAR KAMU BISA BERLARI MENCAPAI GARIS FINISH ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar