Kamis, 17 Februari 2011

BELAJAR DARI MANA SAJA

Bila kita benar-benar memerhatikan sekeliling kita, maka kita akan menyadari betapa proses belajar itu bisa diperoleh dari mana saja, apa saja, siapa saja. Tidak percaya? Coba cek kalimat bijak dibawah ini.

Dari air kita belajar ketenangan..... (Benar juga, saya baru saja perhatikan air yang tertampung di bak mandi. Hm...begitu tenang....Lalu, saya perhatikan air yang mengalir di kali Ciliwung..biarpun kotor....tapi mengalir dengan kalem. Bisakah saya bersikap tenang meskipun prahara kehidupan menghadang? Tidak mencak-mencak dan dilanda panikisme level TOP TEN.)

Dari batu kita belajar ketegaran.....(Sekali-kali coba ambil sepotong batu dan perhatikan teksturnya...betapa kuat dan keras. Sungguh melambangkan ketegaran...meskipun kadang ia dilempar seenaknya, ditendang, bahkan ditetesi air bertahun-tahun lamanya....tapi ia tetap tampak tegar. Mampukah saya setegar batu saat sedang dikepung sejuta masalah? Tidak cengeng, putus asa dan termehek-mehek sepanjang waktu.)

Dari tanah kita belajar kehidupan..... (Tanah,apalagi tanah yang subur tentu saja memberikan kehidupan kepada kita. Karena tanah subur, maka apapun yang ditanam di atas tanah itu akan berkembang dan berbuah. Buah yang lebat bisa dimanfaatkan oleh manusia. Bunga yang indah bisa mempercantik sebuah taman, halaman dan memberikan pemandangan indah. Bisakah saya memberikan 'kehidupan' kepada orang-orang di sekitar saya? Tak usah muluk-muluk, cukup orang-orang terdekat dulu. Kehidupan di sini bisa berarti keceriaan, kegembiraan, semangat dan sikap positif lainnya.)

Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri..... (Sebelum menjadi seekor kupu-kupu cantik, tentu ia harus berjuang membebaskan dirinya dari kepompong. Meski harus bersusah payah, tetapi ternyata perjuangannya itu membuahkan hasil yang luar biasa. Ia menjelma menjadi mahluk hidup yang elok. Hmm..saya pun seharusnya bisa seperti kupu-kupu saat sedang berjuang mengatasi badai kehidupan karena setelah badai berlalu pasti akan ada pelangi yang melengkung cantik di langit kehidupan saya.)

Dari padi kita belajar rendah hati.....(Semakin berisi, padi akan semakin merunduk. Semestinya semakin berilmu dan pintar, kita akan semakin rendah hati. Bisakah saya menerapkan ilmu padi yang satu ini ketika saya berada di puncak keberhasilan suatu hari nanti?)

Dari TUHAN kita belajar tentang kasih yang sempurna......(Ini yang tersulit. Tuhan mengasihi semua orang, tak peduli orang itu baik atau jahatnya minta ampun. Memang terkadang sepertinya terlihat tak adil. Orang jahat kok dikasihi? Sudah bejat begitu kok tetap diijinkan bernafas? Well, keadilan di mata Tuhan dan mata manusia memang berbeda. Tapi, setidaknya..saat saya sedang sangat membenci seseorang, saya diingatkan tentang kasih sempurna yang dimiliki Tuhan.)

Karena tidak ada orang yang sempurna...(Termasuk saya, maka tidak heran jika saya belum bisa mengasihi dengan sempurna....)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar